sponsor

sponsor

Slider

INHU TERKINI

POLITIK

HUKUM

EKONOMI

SOSBUD

KESRA

GALLERY

Cari Ikan, Leher Pemuda Batang Gansal ini Nyaris Putus Digigit Buaya

PERANAP - Sapriadi (25), warga Desa Usul, Kecamatan Batang Gansal, Indragiri Hulu (Inhu) menjadi korban penyerangan buaya saat menyelam di Desa Belimbing Kanal pada Jumat (28/8/2015) sekira pukul 13.30 WIB.

Menurut informasi yang diterima dari Kasubag Humas Polres Inhu, Iptu Yarmen Djambak disebutkan bahwa saat itu Sapriadi sedang mencari ikan di Sungai Gansal yang melalui Desa tersebut.

"Si korban ini menyelam ke dalam sungai, dan saat itu Sapriadi langsung diserang oleh buaya di bagian lehernya," ucap Yarmen, Jumat (28/8/2015).

Sapriadi sempat berusaha melawan untuk melepaskan diri dari cengkaraman rahang buaya. Setelah berhasil melepaskan diri dari cegkraman rahang buaya, selanjutnya Sapriadi berenang ke daratan dengan cepat.

Luka di leher Sapriadi akibat gigitan buaya terlihat cukup parah sehingga ia langsung dilarikan ke Puskesmas Batang Gansal. Saat ini, korban mendapat perawatan di Puskesmas Batang Gansal.(dod/tbp)

Raih Nomor Satu, TM-AMIN Isyaratkan Menangkan Pilkada Inhu 2015

PERANAP - Dalam rapat pleno pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Indragiri Hulu (Inhu), pasangan Tengku Mukhtarudin-Aminah meraih nomor urut satu dan pasangan Yopi Arianto-Khairizal mendapat nomor urut dua. 

Diraih nya nomor urut satu oleh pasangan Tengku Mukhtarudin-Aminah dalam rapat pleno yang digelar KPU Inhu Rabu (26/8/15) bertempat di gelanggang olahraga (GOR) Danau Raja Rengat. Rapat Pleno yang dipimpin langsung ketua KPU Inhu M. Amin dengan didampingi empat komisioner KPU Inhu, menetapkan nomor urut kepada kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Inhu, setelah sebelumnya dilakukan pengundian.‎ 

"Setelah hasil pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati didapatkan, hasil pengundian tersebut ditetapkan melalui keputusan KPU Indragiri Hulu bernomor‎ 36/Kpts/KPU - Kab-004.435183/2015 yang menetapkan pasangan Tengku Mukhtarudin - Aminah dengan nomor urut dua dan pasangan Yopi Arianto - Khairizal dengan nomor urut satu," tegasnya.

Dengan telah ditetapkan nya nomor urut bagi kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Inhu ini, maka kedua pasangan calon tersebut dapat menggunakan nomor urut yang telah ditetapkan untuk sosialisasi kepada para pemilih dalam kampanye yang akan mulai digelar pada Kamis (27/8/15). 

"Kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati ini dapat menggunakan nomor urut yang telah ditetapkan pada kampanye yang akan dimulai pada esok hari," jelasnya.(kas)

Jalur Tuah Kalajengking Muda asal Indragiri Hulu Keluar Sebagai Juara

PERANAP - Pagelaran even pacujalur tradisional Teluk Kuantan usai sudah dilaksanakan, Ahad(23/8/15) malam.

Keluar sebagai jawara pada even pacujalur tradisional tahun 2015 ini, jalur Tuah Kalajengking Muda Indragiri dari Kabupaten Indragiri Hulu(Inhu).

Jalur ini meraih juara pertama setelah menumbangkan jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo dari Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing.

Pada aduan final hari terakhir pelaksanaan pacujalur, jalur andalan Inhu ini mendapat undian bay atau menang menunggu dalam final segitiga. Sementara jalur andalan dari Desa Kari, Kecamatan Kuantan Tengah Tuah Koghi Dubalang Ghajo sebelumnya berhadapan dengan dengan jalur Panglimo Olang Putiah dari Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuansing. Dalam aduan ini, jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo berhasil menumbangkan jalur Panglimo Olang Putih.

Dengan demikian juara kedua diraih oleh jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo dan juara ketiga ditempati oleh jalur Panglimo Olang Putiah dari Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan.

Sebenarnya, pada laga terakhir antara jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo melawan jalur. Tuah Kalajengking Muda Indragiri dari Kabupaten Indragiri Hulu(Inhu) terasa begitu seru. Sorak sorai penonton begitu lantang terdengar, meskipun saat laga akhir kedua buah jalur ini berpacu dalam suasana gelap gulita. Karena aduan pacu itu usai sekitar pukul 20.00 Wib.

Ironisnya lagi, kedua jalur berpacu hanya dibantu dengan pencahayaan alakadarnya yang berasal dari sorotan perahu dan pompong yang lalu lalang di tepian Narosa Teluk Kuantan.

Meskipun banyak penonton yang kecewa dengan suasana yang gelap temaram itu, namun penonton tetap saja menyaksikan jalannya perlombaan sampai tuntas.

Sementara itu, beberapa jalur yang diprediksi banyak orang sebagai pemuncak pada even pacujalur tahun ini, Siposan Rimbo RAPP hanya berhasil meraih peringkat ke delapan setelah dikalahkan oleh Tuah Kalajengking Muda Indragiri pada babak semi final.

Berikut perolehan juara pada even pacujalur tradisional Teluk Kuantan 2015.

Juara 1 Jalur Tuah Kalajengking Muda Indragiri dari Rengat Kabupaten Inhu. Juara kedua jalur Tuah Koghi Dubalang Ghaji dari Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah.

Sementara juara ketiga jalur Panglimo Olang Putih dari Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan. Juara keempat, jalur Puti Mandi Mayang Terurai dari Desa Rantau Sialang, Kecamatan Kuantan Mudik.

Juara kelima, jalur Sijontiak Lawiek Pulau Tanamo dari Pulau Jambu, Kecamatan Cerenti. Juara keenam, jalur Putri Bungsu Dubalang Hitam Setda Inhu dari Redang Rengat, Kabupaten Inhu.

Sedangkan juara ketujuh jalur Linggar Jati JA RAPP dari Pulau Kumpai, Kecamatan Pangean. Juara kedelapan diraih oleh. Siposan Rimbo RAPP dari Pauh Angit, Kecamatan Pangean.

Selanjutnya juara kesembilan jalur Juragan Kuantan RAPP dari Desa Seberang Gunung, Kecamatan Gunung Toar, dan juara 10 jalur Sialang Soko Putri Mandi dari Setako Raya Peranap, Kabupaten Inhu.(dod)

Pasang Baliho Yopi, Camat Pasir Penyu Terkesan 'Tantang' Himbauan Pj Bupati

PERANAP, POLITIK - Himbauan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Kasiarudin kepada seluruh jajaran ‎Pemkab Inhu, agar menertibkan seluruh alat peraga kampanye (APK) termasuk baliho mantan bupati Inhu sebelum dilakukan nya penetapan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati 2015. Ternyata hanya sebatas himbauan belaka yang tak dilaksanakan. Sebagaimana baliho mantan bupati yang masih berdiri didepan kantor Camat Pasir Penyu

Masih berdirinya baliho di depan kantor camat Pasir Penyu ini masih terlihat pada Senin (24/8/15) sekitar pukul 11.15 Wib. Dimana hal ini disesalkan tokoh kecamatan Pasir Penyu yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Inhu Zaharman Kaz.

"Seorang abdi negara seyogyanya memang harus loyal pada pimpinan namun tidak pada pribadi. Sementara profesionalitas dalam bekerja dan menjalankan tugas juga harus dikedepan daripada kepentingan pribadi maupun golongan," tegasnya. 

Diungkapkannya, dengan diabaikan nya himbauan dari seorang Pj.Bupati yang saat ini memimpin Kabupaten Inhu, sudah selayaknya ini menjadi momen untuk dilakukan nya evaluasi. Mengingat untuk himbauan saja sudah diabaikan apalagi dengan intruksi atau arahan lainya yang sudah menjadi kewajiban bagi bawahan untuk melaksanakan. 

"Agar netralitas PNS tetap terjaga, ada baiknya dilakukan evaluasi menyeluruh. Dan siapa saja yang harus dievaluasi tentunya Penjabat Bupati sudah memegang daftarnya. Siapa yang profesional dalam bekerja tentunya tetap menjadi prioritas dalam mengemban amanah," ungkapnya. 

Sementara itu camat Pasir Penyu Saharuddin hingga berita ini dibuat belum dapat dikonfirmasi. Begitu juga telepon selulernya saat dihubungi tak kunjung diangkat dan SMS yang dikirimkan tak kunjung dibalas.(dod)

Tak Ada Pilih Kasih, Kasus Kekerasan Yopi Arianto tetap Dilanjutkan

PERANAP, HUKUM - Meski masih penyelidikan, proses hukum terhadap Yopi Arianto yang dilaporkan oleh wartawan Zulkifli Panjaitan tetap berlanjut selama pemilihan kepala daerah. Yopi yang merupakan mantan Bupati Indragiri Hulu dan kembali maju sebagai bakal calon Bupati Inhu itu segera dilakukan pemeriksaan.

Demikian dikatakan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan kepada sejumlah wartawan di Pekanbaru, Kamis (20/8). Menurutnya, jika sudah dibuat laporan polisi, calon kepala daerah tersebut harus diperiksa untuk proses hukumnya.

"Tetap dilanjutkan. Kalau sudah ada laporan polisi, itu dituntaskan, jangan ditunda," ujar Irjen Anton, 

Yopi dilaporkan oleh wartawan Zulkifli Panjaitan yang juga Wakil Ketua PWI Kabupaten Inhu terkait kasus pelecahan terhadap profesi lantaran memukul wartawan di depan orang ramai karena pemberitaan yang tidak menyenangkan baginya.

Dikatakan Anton, tidak ada pilih kasih dalam proses hukum di kepolisian, semua dituntaskan sesuai hukum yang berlaku. Selain Yopi, Polda Riau juga harus melanjutkan kasus korupsi mantan bupati Bengkalis Herliyan Saleh, yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi dana bantuan sosial.

"Proses sidik (penyidikan) dan lidik (penyidikan), harus dilanjutkan. Itu sesuai perintah Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dalam rapat beberapa hari lalu," kata Anton lagi.(dod/kai)

PLT Sekda Inhu Belum Ditunjuk, Legislator Mulai Desak Pj Bupati

Peranap.com, Politik - Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, mempertanyakan tentang status pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah karena masa bertugasnya telah berakhir pada 4 Agustus 2015.

"Ini untuk kepentingan bersama, sehingga semua menjadi terang benderang dengan harapan roda pemerintahan berjalan dengan optimal," kata Anggota legilatif Indragiri Hulu Suharto di Rengat, Rabu.

Hal itu disampaikan Suharto pada pertemuan dengan Penjabat Bupati Inhu, Kasiarudin, diantara sejumlah pembahasan lainnya. Menurut dia, status Sekda Inhu juga menjadi pertanyaan di tengah masyarakaat, selain itu berkaitan dengan pembahasan APBD perubahan 2015 dan pembahasan RAPBD 2016.

Adanya singkronisasi defisit anggaran akibat pengurangan penerimaan dana bagi hasil (DBH) Migas juga sempat di pertanyakan solusinya, Penjabat Bupati menyebutkan bahwa, semua itu berlaku secara menyeluruh tetapi berkaitan dengan status Plt Sekda belum ada perpanjangan.

" Masa tugas Plt Sekda sudah berakhir dan Penjabat Bupati berjanji dalam waktu dekat akan memprosesnya," sebutnya.

Apa yang dijanjikan oleh pemerintah segera menindaklajuti proses Sekretaris Daerah definitif mendapatkan perhatian serius sjumlah pihak karena sejumlah atribut yang bertuliskan Plt masih ada sehingga dikhawatirkan membingungkan masyarakat.

Suharto juga menjelaskan, pihaknya mempertanyakan itu semua karena satu sama lainnya ada keterkaitan sehingga program pemerintah berjalan dengan baik.

Berkaitan dengan pembahasan APBD perubahan 2015 dan APBD 2016, sejauh ini tidak ada kendala, bahkan dalam waktu dekat ini sudah masuk dalam agenda kerja sehngga diyakini tidak akan lama prosesnya, hanya saja sebutnya, sebelum dilakukan pembahasan APBD tersebut sangat diperlukan adanya singkronisasi atas pengurangan penerimaan DBH.

"Karena selama ini, informasi yang diterima dewan hanya sebatas adanya pegurangan penerimaa DBH yang berimbas kepada penundaan sejumlah program," ujarnya.

Selain jumlah dana yang dikurangi, DPRD juga ingin tahu tentang program apa saja yang ditunda akibat pengurangan penerimaan dana DBH tersebut sebagai lembaga pengawasan kegiatan.(dod/anr)